“Story ini,” ujar Afif kemudian, masih dengan nada gemetar, “diposting pukul tiga dini hari. Sekarang sudah pukul tujuh lebih. Sudah lewat empat jam sejak kematiannya. Mungkin sekarang dia akan segera dikebumikan.”
Aku beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Kali ini aku sama sekali tak menghiraukan Afif. Tak terdengar suara langkah kakinya mengejarku ke belakang. Mungkin, ia menangis di atas tempat tidurku. Ah, terserahlah.

Sampai di kamar mandi, aku lupa hendak melakukan apa. Kabar tentang kematian Nur membuat pikiranku sedikit kacau. Ketika meraih odol dan sikat gigi, sial, aku tak bisa membendung air mata yang sejak tadi sudah mengambang. Aku ingat pergi ke kamar mandi hanya untuk menangis supaya tak terlihat oleh Afif. Aku menangis sejadi-jadinya sambil menggenggam odol dan sikat gigi. “Kau keterlaluan, Nur. Pergi tanpa ada berpamitan. Kalau hanya sehari dua hari tak mengapa. Masalahnya, kau pergi untuk selamanya,” gerutuku dengan isakan
Saat tersisa hanya beberapa sesenggukan dan ingus yang keluar masuk mengikutinya, aku segera mencuci mukaku sampai bersih agar saat keluar dari kamar mandi Afif tidak mengira bahwa aku habis menangis. Namun, ketika sudah di kamar, Afif tak kutemukan di sana. Ah, bocah itu. Padahal aku ingin mengajaknya pergi ke pemakaman Nur.
***
Ketika hampir sampai di rumah Nur, terdengar seseorang memanggilku dari belakang.
“Wafa! Mau kemana?” teriaknya.
“Eh, Kar. Ini, aku mau lawatan ke rumah Nur,” sahutku dengan tergesa-gesa. Fikar rupanya. Teman sepermainanku itu sedang berlari menuju ke arahku.
“Sudah telat. Ayo, mending langsung ke kuburan. Iring-iringannya udah lewat agak lama,” ucap Fikar sembari duduk di jok belakang motorku tanpa menunggu aba-aba.
Aku segera melajukan motor ke arah pemakaman. Dan benar saja, di sana sudah ramai orang. Segera kuparkir motorku dan bergegas menuju tempat Nur akan dimakamkan. Keranda yang berisi jenazah Nur itu masih berada di atas pundak orang-orang yang mengangkutnya. Aku mencoba menerobos, memasuki kerumunan agar bisa ikut menggotong keranda itu. Dan, yap, dapat.
