Agama dan Pentingnya Pendidikan Karakter

Orang tua mengajarkan seorang anak dengan pembiasaan yang baik, sehingga secara tidak langsung anak akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Ini sesuai dengan teori Benjamin S Bloom tentang pembentukan ranah efektif. Oleh Karena itu, dalam ilmu pendidikan (pedagogi), proses tersebut dikenal dengan ranah efektif. Ranah efektif mencakup watak seperti perasaan, sikap, minat, emosi, dan nilai.

Proses pembentukan kebiasaan hingga menjadi budaya dapat dilalui melalui tahapan ini: (1) receiving atau attending (menerima atau memperhatikan); (2) responding (menanggapi); (3) valuing (menilai atau menghargai); (4) organization (mengatur atau mengorganisasikan); dan (5) characterization by value of calue complex (karakterisasi dengan suatu nilai atau komplek lain).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Proses pembiasaan atau pembudayaan tersebut dikenal sebagai proses karakterisasi, atau proses pembentukan karakter. Itulah yang diharapkan oleh orang tua kepada anak dan keturunannya. Karena itu, dengan pemahaman agama yang luas, bisa menjadi fondasi untuk membentuk karakter unggul seseorang.

Ada dua faktor yang mempengaruhi karakter seseorang. Pertama, faktor internal. Faktor internal adalah potensi dasar yang dimiliki seseorang sejak kecil sebagai sumber daya manusia. Potensi dasar ini sebagai modal spiritual, emosional, intelektual, dan biologis. Dalam hal ini, seseorang harus selalu berpikikr positif. Sebab, berpikir positif akan membuahkan niat yang baik, maka apa yang diucapkannya juga baik. Jika di kesehariannya baik, maka akan menjadi kebiasaan yang baik pula. Karena karakter adalah suatu kebiasaan seseorang.

Kedua, faktor eksternal. Faktor ekstrenal ialah tempat tinggal dan lingkungan sosial-ekonomi di mana seseorang itu dilahirkan. Atau disebut juga faktor yang berada di luar seseorang. Yang termasuk faktor ini adalah keluarga, guru, dan masyarakat di sekitarnya.

Tinggalkan Balasan