Orang tua sangat diharuskan untuk mendidik anaknya melalui tuntuan Islam. Dalam Islam orangtua harus membimbing dan mendidik tumbuh-kembang anak karena anak belajar dari apa yang dilihat dan didengar.
Selain orangtua, peran guru juga penting, dalam hal ini karena prestasi seorang anak bukan dilihat dari nilai dan ranking, melainkan mempunyai akhlak dan karakter yang baik kepada semua orang. Pembentukan karakter adalah tugas seorang guru, tetapi guru agama lebih berkewajiban untuk mengubah pola pikir anak didiknya.

Adapun, yang menjadi dasar pembentukan dan pendidikan karakter atau akhlak adalah al-Quran dan Hadits. Banyak ayat al-Quran yang menjelaskan tentang pembentukan karakter, salah satunya karakter terhadap orang tua yang terdapat dalam Surah al-Isra ayat 23.
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
