DI KELOPAK MATAMU
I
Di kelopak matamu
Aku menemukan samudera
Tempatku berlayar mengantar doa paling samar
Menjemput kabar sampai akar
Dan menjumpai senyummu yang terus mekar

II
Saban hari engkau menjelma puisi, buku-buku
Yang harus kutuntaskan setiap kali bertemu
Agar segala yang kuasuh lekas memelukmu dengan utuh
III
Sungguh aku tak lagi menemukan tempat kepulangan
Sebab, semua langkahku telah tertuju padamu
Yang selalu mencipta tenang.
Yogyakarta, 2022.
NASIB PUISI KITA
Aku tak tahu nasib puisi kita seperti apa
Jalan yang ditempuh masih belum jauh, juga tak begitu utuh
Sedang kata-kata terus berjalan telanjang dalam pikrian agar segera dirampungkn dalam tulisan.
