Dari berbagai tradisi riyadhoh yang ada, baik yang bersumber dari Islam maupun Nusantara (Jawa), semua menunjukkan bahwa riyadhoh merupakan laku batin untuk mengasah kepekaan spiritual dan menjaga kejernihan hati dan mengembangkan potensi spiritual agar bisa menangkap pancaran nur Ilahi. Siapa saja yang memiliki kebersihan batin, ketinggian daya spiritual, maka akan memiliki kemampuan lebih dibanding manusia biasa yang tidak menjalankan laku riyadhoh. Kenyataan inilah yang mendorong seseorang melakukan riyadhoh.
Dalam komunitas pesantren, riyadhoh tidak hanya dilakukan oleh para santri, tetapi juga para kiai. Hampir semua kiai pengasuh pesantren melakukan riyadhoh sebagai upaya batin untuk kesuksesan para santri dan kekuatan diri dalam mengelola pesantren. Misalnya, ada kiai yang melakukan puasa Daud seumur hidup, mengamalkan salat malam, dan dzikir semur hidup. Ada juga yang hanya makan makanan tertentu seumur hidup. Kisah-kisah seperti ini menjadi hal biasa dalam dunia pesantren.

Dari uraian tersebut, jelas terlihat, tradisi riyadhoh yang ada dipesantren memiliki akar kultural teologis yang kuat, baik yang berasal dari Islam (tradisi para Nabi) maupun dari Nusantara (para kesepuhan). Riyadloh merupakan bagian integral dalam metode pendidikan kaum pesantren. Artinya, riyadhoh menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan pendidikan science. Jika pendidikan science untuk mengembangkan kecerdasan akal/rasio, maka riyadhoh merupakan metode pendidikan pengembangan spiritual dan kepekaan batin untuk melengkapi kecerdasan akal/rasio.
Konstruksi pendidikan yang integratif antara rasio/akal dan spiritual inilah yang membuat pesantren tetap menjadikan riyadhoh sebagai bagian dalam metode pendidikan hingga saat ini. Akal dan spiritual yang selama ini terlihat berbenturan dan saling berseberangan, justru diintegrasikan dalam tradisi pesantren. Keduanya dijalankan secara seimbang dan dibangun hubungan yang saling melengkapi antara keduanya (komplementer). Inilah yang membuat pesantren mampu bertahan menghadapi gempuran kultural hingga saat ini.
