Al-Barzanji dan Maulid Nabi

Syekh Jakfar Al-Barzanji selain sebagai ulama besar, juga sebagai kodhi (hakim) yang bermukim di Madinah. Di samping itu, Beliau juga sebagai mufti (pemberi fatwa) terkait dengan hukum Islam. Selain kesalihan, wara’ dan kebaikan budi pekertinya, Syekh Jakfar juga seringkali menjadi khatib di Masjid Nabawi serta mengajar di masjid yang mulia tersebut. Beliau juga terkenal sebagai seorang ulama yang doanya termakbulkan. Penduduk Madinah seringkali meminta doa kepada Beliau agar diturunkan hujan di musim kemarau. Dan hal tersebut terbukti sehingga Beliau juga masyhur dengan ketajaman doa.

Peringatan Maulid Nabi saw pertama kali dilaksanakan pada tahun 1184 M (580 H), yang diprakarsai oleh Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi. Pada saat itu Salahuddin Al-Ayyubi mengadakan sayembara penulisan sejarah Nabi Muhammad saw. Seluruh sastrawan dan ulama sastra diundang untuk mengikuti sayembara penulisan sejarah Nabi tersebut. Dan Syekh Jakfar Al-Barzanji sebagai pemenangnya, yaitu kitab Al-Barzanji yang biasa kita narasika di setiap kesempatan, khususnya pada Bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran Rasulullah saw.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Maksud dan tujuan Syekh Jakfar Al-Barzanji menulis prosa lirik atau sajak prosaik di dalam kitabnya yang populer itu, tidak lain hanya semata-mata untuk rasa cinta kepada Rasulullah saw. Syekh Jakfar kemudian menumbuhkan berbagai tradisi maulid yang diformulasi dalam kegiatan-kegiatan atas nama cinta dan rindu kepada Nabi Muhammad saw. Hal ini merupakan bukti realis bahwa tujuan Syekh Jakfar untuk mengajak mencintai Nabi tercapai. Menumbuhkan tradisi-tradisi baik yang dibangun di atas cinta kepada Rasulullah saw bukan perkara mudah. Namun, dengan narasi cinta yang cukup memukau akhirnya syair dan puitisasi Maulid Barzanji itu berkumandang di berbagai penjuru dunia.

Tinggalkan Balasan