Al-Ghazali dan Kontribusinya dalam Peradaban Islam

Al-Ghazali juga seorang fukaha, ia mengarang buku Al-Wajiz dan Al-Basith. Ia juga seorang teolog, dan memiliki karya yang sangat terkenal yaitu, Al-Iqtiqod fil Al-Iqtishod. Ia juga pernah mengomentari kelompok yang menuduhnya sesat dalam akidah, sehingga muncul buku yang berjudul Faishal At-Tafriqah.

Di dalam buku Al-Munqid min Al-Dlalal, sebuah buku autobiografinya, Al-Ghazali menyebutkan ada empat model ‘pencari Tuhan’. Pertama, teolog. Kedua, ahli kebatinan. Ketiga, filsuf. Keempat, sufi.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Secara berurutan, ia mempelajari semuanya. Setelah dirasa bahwa teologi tidak cukup dijadikan sebagai metode mencari Tuhan, ia kemudian mempelajari ilmu kebatinan yang sangat popular di kalangan Syiah Ismaliyah. Namun baginya, ajaran ini masih belum bisa menunjukkan hakikat Tuhan.

Sembari mengajar di Madrasah Nizamiyah dengan tiga ratus murid yang kesemuanya adalah ulama, secara otodidak Al-Ghazali mempelajari inti filsafat. Sama seperti sebelumnya, filsafat juga masih belum mampu menjawab hakikat ketuhanan. Pada akhirnya ia mempelajari ilmu tasawuf. Baginya tasawuf mampu mengkombinasikan antara ilmu dan praktik. Hasil dari praktik itu bersih dari etika buruk yang puncaknya nanti adalah hati nurani yang hanya terisi Tuhan.

Tinggalkan Balasan