Al-Kahfi dan Tradisi Santri Tebuireng

Ketiga, cerita Nabi Musa dan Nabi Khidir AS. Hadratusysaikh mengharapkan para santrinya dapat mengambil hikmah dari cerita ini, yakni memiliki ketabahan dan kesabaran dalam menuntut ilmu. Sebagaimana telah dicontohkan Nabi Musa AS dalam cerita tersebut yang dilalui dalam menempuh perjalanan panjang dengan segala rintangan untuk dapat bertemu dengan sosok Nabi Khidir AS.

Keempat, adalah cerita Dzul Qornain. Ia adalah sosok pemimpin yang baik dan adil terhadap rakyatnya, yang mau melindungi dan membela kaum lemah. Sosok Dzul Qornain tersebut oleh Hadratusysyaikh diharapkan dapat diambil hikmah serta teladannya agar kelak para santri bisa menjadi pemimpin yang adil, yang ikhlas dalam mengabdikan diri, serta totalitas dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dari kisah dan harapan seperti inilah bagaimana sosok Hadratusysyaikh KH Hasyim Asy’ari berharap agar para santri bisa meneladani dan menjadikan kisah dalam surat al-Kahfi ini sebagai inspirasi.

Li Hadrotusysyaikh KH M Hasyim Asy’ari, wa ushulihi wa Furu’ihi wa Masyaikh Tebuireng, al Fatihah ….

Tinggalkan Balasan