Al Kindi dan Gagasan Filsafatnya

Filsafat adalah ilmu dari segala ilmu serta kearifan dari segala kearifan[1]. Filsafat juga bertujuan untuk memperkuat kedudukan agama yang merupakan kebudayaan dalam Islam. Dalam hal ini Al-Quran dan hadis merupakan sumber hukum dari Islam yang membutuhkan pemahaman yang metodis, radikal, universal, koimperehensif, bahkan sistematis.

Tentang Tuhan

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dalam buku pemikiran filusuf muslim dari masa ke masa, menurut Al-Kindi, Tuhan itu tidak mempunyai hakikat secara juz’iyyat atau anniyah (sebagian), maupun hakikat secara kulliyah atau mahiyyah (keseluruhan). Tuhan juga tidak spesies atau genus. Akan tetapi, Tuhan adalah khalik yang pertama (al-Haq al-Awwal) dan yang tunggal (al-Haqq al-Wahid). Dalam filsafat Al-Kindi, ia memadukan antara filsafat Yunani dan Islam yang disesuaikan dengan informasi dalam al-Quran. Menurut Al-Kindi, alam semesta ini disebabkan oleh sebab yang jauh (‘illat ba’idat ilahy) yakni Allah.

Al-Kindi juga menolak anggapan mengenai sifat-sifat Tuhan yang berdiri sendiri dikarenakan Tuhan mempunyai ke-Esa-an yang sangat mutlak. Bukan ke-Esa-an yang hanya metaforis, yang hanya berlaku pada objek-objek yang dapat ditangkap oleh panca indera. Tuhan tidak mempunyai sifat-sifat yang terlepas dari-Nya sendiri. Sifat Tuhan seharusnya tidak terlepas dari dzat Tuhan itu sendiri.

Tentang Jiwa

Pandangan mengenai jiwa dalm konsep Al-Kindi hampir sama dengan konsepannya Rene Descartes, yakni jiwa itu mempunyai esensi dan eksisrnsi yang terpisah dari tubuh dan tidak bergantung dengan satu dan yang lainnya.

Al-Kindi membagi jiwa ada tiga bagian, yaitu pertama, daya nafsu (al-quwwah asy-syahwatiyah). Kedua, daya pemarah (al-quwwah al-ghadhabiyah). Ketiga, daya pikir. Daya pikir di sini yang dimaksud adalah akal. Al-Kindi membagi akal menjadi tiga macam, yakni akal yang bersifat potensial, akal yang keluar dari potensial dan aktual, dan akal yang mencapai tingkat kedua dari aktualitas.

Tinggalkan Balasan