Karena banyaknya simpatisme dari para ulama, banyak dari mereka yang mensyararahi nadhom Alfiyah ini, di antaranya Syarah Ibnu ‘Aqi karya Baha’uddin Abdullah bin Aqil (769 M), Awdhah Al-Masalik ila Alfiyah Ibn Maalik karya Jamaluddin bin Hisyam (761 M) yang lebih dikenal Ibnu Hisyam, dan masih banyak lagi kitab syarah lainnya.
Jumlah bait yang ada dalam Alfiyah adalah seribu bait. Nama, Alfiyah digunakan sebagai istilah untuk kitab yang berisi seribu bait itu. Alfiyah sendiri adalah nama lain dari kitab aslinya, yang berjudul Al-Khulashoh, bermakna ringkasan, karena memang Alfiyah adalah ringkasan dari kitab Kaafiya, yang berjumlah 2256 bait, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Malik dalam bait: Ahsho minal Kaafiya Al-Kholasho (Aku meringkas kitab kholasoh ini dari kitab Kafiyaa).

Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah kepada kita semua untuk mengamalkan isi dari kitab Alfiyah. Amin.
Catatan:
[1] Sebutan untuk diri sendiri; butuh terhadap rahmat Allah Swt.
