Amalan Qiyamul Lail Santri Annuqayah

Usut punya usut, amalan khas bermula dari kegigihan dan ketulusan seorang kiai di dalam mendidik para santri menjadi bagian dari penerus bangsa yang madani. Kejelasan amalan ini penulis peroleh dari kisah yang diriwiyatkan langsung oleh KH Moh Ali Fikri (keponakan KH  Moh Amir Ilyas dan Pengasuh PP Annuqayah daerah Lubangsa sekarang).

Minggu (25/07/2021), saat penulis sowan boyong kepada beliau, ada alumni pesantren yang nyabis kepada KH Moh. Amir Ilyas (cucu dari KH Asy-Syarqawi bin Shodiq Romo, pendiri Pesantren Annuqayah). Alumni itu bermaksud meminta doa berkah dari beliau dan beberapa amalan dalam hidup.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Siapa sangka, beliau hanya menyuruh alumni itu untuk qiyamul lail, ambil wudhu, kemudian baca “Aamiin, aamiin, aamiin”. Selesai, tidak repot. Mengapa demikian? Karena, sebenarnya doa kebaikan santri yang tersirat akan hajat, masa depan, keilmuan, dan akhlak karimah telah menjadi tugas pokok seorang kiai yang menjadi pengasuh santri di pesantren.

Dengan demikian, para kiai Annuqayah juga secara konsisten qiyamul lail untuk mendoakan kebaikan bagi santri dan keiistikamahan meneruskan perjuangan dalam menghidupkan pesantren yang merupakan bagian dari napas keislaman. Sehingga, para santri tidak perlu repot berdoa akan kebaikan dirinya. Mereka cukup mengamini saja doa para kiai pada setiap malam.

Tinggalkan Balasan