Amalan Qiyamul Lail Santri Annuqayah

Amalan ini boleh juga dicoba bagi kita yang berstatus sebagai murid dari seorang ‘alim ‘allamah. Karena, bukan hanya ilmu yang akan beliau berikan, melainkan juga doa kebaikan yang senantiasa tersenandungkan.
Berbeda setelah Kiai Amir wafat. Sebelum menemui sang Khaliq, beliau mengamanatkan amalan berharap para santri istikamah dalam mengamalkannya.

Amalan itu berupa tawasul kepada KH Asy-Syarqawi bin Shodiq Romo dan dilanjut dengan pembacaan surat Al-Fatihah sebanyak 21 kali, kemudian tawasul kepada KH Ilyas Asy-Syarqawi (Ayahanda KH Moh Amir Ilyas dan pendiri Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa) dengan surat Al-Fatihah sebanyak 41 kali. Amalan ini ditujukan kepada santri yang belum pernah sowan dan masih tidak menjadi santri semasa beliau hidup.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kedua bentuk amalun shalih tersebut menjadi role model gigihnya ijtihad kiai dalam misi “memanusiakan manusia”. Kiai Amir melihat sentralitas keberadaan para kiai pesantren tidak hanya untuk mentranformasi keilmuan dan menjadi patron akhlak yang baik, tetapi juga perlu membangun relasi kebatinan untuk mempertegas sanad keilmuan.

Barangkali dengan adanya relasi kebatinan antara kiai dan santri melalui amalan-amalan dapat menjadi ikatan yang mengarah pada perwujudan amar ma’ruf nahi munkar. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan