Anak dan Dimensi Pendidikannya

Ayat ini menjelaskan tentang keesaan Allah. Dasar ketauhidan telah ditanamkan oleh Lukmanul Hakim sejak awal masa kehidupan anaknya.

Mengajarkan Akhlak

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Akhlak atau adab merupakan bagian yang dipentingkan di dalam syariat Islam. Maka mengajarkan akhlak adalah merupakan kewajiban para orang tua agar anaknya kelak menjadi seseorang yang berpegang pada etika. Karena etika akan menjadi dasar pokok dalam menjalani kehidupan sosial.

Dalam sebuah hadis diceritakan, “Dari Umar bin Abu Salamah r.a. berkata: ‘ketika masih kecil, aku pernah berada dibawah pengawasan Rasulullah SAW, dan tangtanku bergerak mengulur ke arah makanan yang ada dalam piring. Maka Rasulullah SAW berkata kepadaku, ‘Wahai anak, sebutkanlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu.”

Hadis ini menjelaskan bagaimana adab atau etika ketika kita makan. Harus menggunakan tangan kanan dan jangan lupa menyebut nama Tuhan. Hal terpenting lainnya lagi, nasihat itu disampaikan dengan kasih sayang, lemah lembut, dan rasa cinta yang paling dalam.

Di samping itu, mengajarkan ibadah (ibadah mahdlah, ibadah pokok) adalah menjadi kewajiban para orang tua. Sebab ibadah merupakan bagian dari diri kita menjadi seorang hamba. Abu Dawud dan Hakim meriwayatkan dari Amr bin Syua’aib dari bapaknya dari kakeknya, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Perintahkan anak-anakmu untuk melaksanakan salat apabila mereka telah berusia tujuh tahun, dan apabila mereka telah berusia 10 tahun, maka pukullah mereka (apabila tetap tidak mau melaksanakan salat) dan pisahkan tempat tidur mereka.”

Tanamkan Perangai

Sebagaimana dilansir dari haibunda.com, orang tua perlu bersikap lembut dan mengasihi anak mereka namun adakalanya perlu juga bersikap tegas dalam mendidik anak. Kasih sayang adalah merupakan dasar utama dalam Islam terhadap siapa pun. Maka karakter ini harus ditanamkan dan diejawantahkan kepada anak-anak kita. Bersikap tegas bukan berarti harus bertindak kasar. Karena antara tegas dan kasar memiliki dua makna yang berbeda. Kalau yang pertama (tegas) bersifat positif dan baik bagi perkembangan anak. Sedangkan yang kedua (kasar) berafiliasi negatif dan berdampak buruk terhadap pertumbuhan seorang anak.

Tinggalkan Balasan