Analisis paradigmatik melihat sinonim, antonim, dan variasi kata yang dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dalam Al-Qur’an, kata “iman” dapat dikaitkan dengan kata-kata seperti “Islam”, yang berarti penyerahan, “taqwa”, yang berarti ketaatan, dan “kufr”, yang berarti kekafiran. Contoh dalam QS. An-Nisa’:136
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ

“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya”
Dalam beberapa ayat, kata “iman”, yang berarti percaya, dikontraskan dengan kata “kufr”, yang berarti tidak percaya, menunjukkan hubungan paradigmatik antara konsep-konsep keyakinan dalam Islam.
Analisis Sinkronik
Analisis sinkronik menganalisis makna kata pada titik waktu tertentu tanpa memperhatikan perubahan yang terjadi sebelumnya. Izutsu melihat penggunaan “iman” dalam teks Al-Quran secara keseluruhan ketika wahyu diturunkan. Ia melihat bagaimana pendengar atau pembaca Al-Quran memahami kata “iman” pada masa itu.
Analisis sinkronik akan melihat setiap ayat yang menggunakan kata “iman” dan mencoba memahami hubungannya dengan konteks sosial dan budaya zaman Nabi Muhammad.
Analisis Dikronik
Analisis diakronik mengamati bagaimana makna kata berubah seiring waktu. Izutsu mungkin melihat bagaimana konsep “iman” berkembang dari masa pra-Islam hingga awal penyebaran Islam, serta bagaimana maknanya berubah atau tetap sama.
Izutsu juga mungkin melihat bagaimana “iman” digunakan sebelum Al-Qur’an dalam teks Islam atau sastra Arab kuno untuk melihat bagaimana penggunaannya dalam Al-Qur’an mencerminkan atau menolak makna-makna sebelumnya.
Pemahaman Mendalam
