Sulam Tashil hal. 3

Analogi Mukadimah Alfiyah

Bait kelima dalam Mukadimah Alfiyah menyatakan bahwa Nadhom Alfiyah yang dikarang oleh Imam Ibnu Malik lebih baik dari Nadhom Alfiyah yang dikarang oleh Imam Ibnu Mu’thi. Jika kita membaca secara sekilas, maka tentu kita mengira bahwa pengarang membandingkan nadhom karangannya dengan nadhom karangan ulama lain. Tidak hanya membandingkan, bahkan pengarang menganggap bahwa nadhom karangannya lebih baik dari nadham yang lain tersebut.

“Bagaimana mungkin seorang ulama besar dapat bersikap tidak rendah hati seperti ini?” mungkin itu yang terlintas di pikiran. Namun sebelum berpikir demikian, ada sebuah analogi yang berkaitan dengan bait kelima ini.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Jika ayah Anda mendirikan suatu perusahaan, lalu 10 tahun kemudian Anda meneruskannya, maka kepemimpinan yang manakah yang lebih baik? Dalam hal ini, jika ayah Anda dan Anda memiliki kemampuan yang sama, maka tentu kepemimpinan Anda akan lebih baik dari ayah Anda.

Bagaimana bisa demikian? Karena Anda telah mengetahui segala hambatan dan kesalahan yang ada pada masa kepemimpinan ayah Anda. Dengan berbekal pengetahuan tersebut, Anda dapat mengatasi hambatan dan membenahi kesalahahan yang ada tanpa harus mengalaminya terlebih dahulu. Dengan demikian, perusahaan akan menjadi lebih baik pada masa kepemimpinan Anda karena Anda menyingkirkan hambatan dan kesalahan yang ada pada masa kepemimpinan ayah Anda sebelumnya.

Demikian pula dengan pengarang yang menyatakan bahwa nadhom karangannya lebih baik dari nadhom karangan ulama lain sebelumnya. Pernyataan pada bait kelima ini bukanlan tanpa alasan. Kembali pada analogi perusahaan, maka pengarang telah mengarang nadhom dengan belajar dari kekurangan yang ada pada nadhom yang ada sebelumnya. Hal itu wajar, bukan?

Tinggalkan Balasan