API SEJARAH
Api berkobar
di sepanjang ketabahanmu;
menapaki kelok, kerikil
dan taman-taman gersang.

Api tak leleh
Dalam rengkuhan hatimu yang kukuh
meraba tiap-tiap warna perintahNya
Cintamu yang bagai nektar bunga
meluruhkan segala ragu,
melipur dahaga yang perih
Saat tangis bayimu
memecah penjuru suaka,
dentaman kakimu menempuh
pintu-pintu kesabaran dengan
tetes peluh dan percaya penuh.
dari lunglainya kaki Ismail
Ia hadirkan mata air
mengalir, mengalir
menyegari jalan hati umat manusia,
menjadi doa-doa panjang,
melintasi zaman dan peradaban.
