Ide ini memperoleh apreasiasi dari pengasuh dari Pondok Pesantren Al Ikhlas. Pesantren ini dibangun KH Alfin Sunhaji pada 2007. Selain mengasuh pesantren ini, KH Alfin Sunhaji juga dikenal sebagai Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama Cabang Gresik, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Dalegan dan juga memimpin Orkes Melayu.
“Ibarat gayung bersambut, kami mendukung penuh gagasan ini (digitalisasi aksara) karena bisa melestarikan budaya pesantren di era digitalisasi, yang penting arahnya positif, kita mengikuti, yang penting jangan ke mana-mana,” ucap KH Alfin Sunhaji.

Namun, belum diketahui kapan digitalisasi ini dimulai dan diperlukan waktu berapa aksara pegon sudah bisa diakses melalui media digital.
