Artefakisasi Sejarah Cermin Hegemoni Pengetahuan

Artefakisasi dan kanonisasi tersebut memang bukanlah problem baru, dan bukan pula tidak mendapatkan kritik yang serius. Edward Said, sebagai contoh, adalah ilmuwan dunia ketiga yang tampil cemerlang menggugat hegemoni pengetahuan itu, sebuah gugatan yang bukan saja mampu menggugah “kesadaran” sejumlah ilmuwan Barat, tetapi juga mengilhami banyak ilmuwan di dunia ketiga.

Ilmuwan sosial India barangkali dapat dijadikan contoh yang tergugah dan membuat “karya tandingan”. Dalam kurun waktu yang pendek, bermunculan orang-orang kritis, kreatif, dan produktif seperti Ranajit Guha, Gayatri Cakravorty Spivak, Gyan Prakash, Homi Bhabha, Dipesh Cakrabarty, Partha Carterjee, Sumit Sarkar, Bikhu Parekh (pengembang postcolonial dan subaltern studies), Ashis Nandy, dan Aijaz Ahmad (pengembang cultural studes).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dalam konteks historeografi, mereka tidak percaya pada dokumen-dokumen yang ditulis kolonial (Inggris) sebagai sumber sejarah dan mengajukan pengalaman atau kesaksian para pelaku, termasuk orang-orang marjinal (subaltern) sebagai sumber primer dan terpenting; dalam hal ini mereka memperkenalkan historeografy subaltern.

Karya-karya mereka, kini, bukan saja menggoncang kehebatan dan keagungan karya-karya Barat, tetapi juga menggugah “kesadaran” sejumlah ilmuwan di wilayah itu. Karya-karya mereka juga merasuk dan menjadi rujukan penting sejumlah ilmuwan di Amerika Latin, Afrika, dan dalam batas-batas tertentu di Indonesia.

Dalam konteks ini, Indonesia dapat dipastikan belum melakukan “sesuatu” yang berarti. Tahun 1980-an kita memang mendengar dengung “pribumisasi ilmu-ilmu sosial”, tetapi dengung itu muncul-tenggelam dan, yang lebih penting lagi, tidak atau belum membuahkan apa-apa. Clethukan menyebutkan: karena Indoneia tidak punya Gandhi, tetapi jika ada Gandhi Indonesia pun, apakah bangsa ini mampu menyajikan karya-karya seperti generasi Ghandi di India. Indonesia perlu belajar banyak dari India, tanpa harus menjadi India.

Tinggalkan Balasan