“Santri tidak kena, itu sudah hasil tracing semua. Jadi, ketika satu sudah ada yang kena, kita tracing, ternyata hasilnya saat di-rapid test reaktif, kemudian di PCR lima ustadz itu positif,” ungkap Arief. Di pesantren yang para ustadznya positif Covid-19 ini, para santri sudah mulai kegiatan belajar sejak Juni 2020.
Di Kota Tangerang, menurutnya, regulasi pembukaan pondok pesantren sudah sesuai dengan surat edaran tata cara dan pembukaan kelas oleh Kementerian Agama di tengah Pandemi Covid-19. Semua santri yang mau masuk pesantren, tegasnya, telah dilakukan cek kesehatan agar tida membawa virus. “Nah, ini, kok ustadznya engga rapid test, jadi bawa virus,” kata Arief.

Pengasuh Pondok Positif
