Setelah kangen-kangenan, kami mengajukan niat untuk melaksanakan roadshow ke Vatikan sebagai realisasi dari misi KAG untuk melakukan dialog lintas iman dan menyuarakan perdamaian dunia melalui seni budaya.
Pak Dubes Trias menyambut baik niat kami dan bersedia mendukung serta membantu merealisasikan niat tersebut. Sejak saat itu, kami melakukan koordinasi teknis dengan pihak KBRI Tahta Suci Vatikan untuk persiapan pelaksanaan roadshow KAG ke Vatikan. Bagi KAG, ini merupakan roadshow internasional ke-6. Setelah koordinasi secara intens, disepakti roadshow KAG di Vatikan dilaksanakan tanggal 30 November sampai 7 Desember 2024.

Namun, sekitar satu setengah bulan menjelang keberangkatan, kami harus menerima tantangan berat, yaitu manajer KAG, Arifatul Choiri Fauzi, diangkat menjadi menteri dalam Kabinet Merah Putih Prabowo. Terus terang ini merupakan pukulan berat bagi kami, karena beliau sudah mempersiapkan secara matang kegiatan Roadshow ke Vatikan ini. Beliaulah yang mengerti dan menguasai seluruh persoalan teknis dan nonteknis terkait dengan kegiatan roadshow internasional yang dilakukan oleh KAG
Pengangkatan ibu Arifah menjadi menteri membuat kami berada dalam posisi dilema. Di satu sisi kami bangga manajer KAG menjadi menteri, namun di sisi lain kami kehilangan sosok yang sangat kami andalkan. Kami belum isa membayangkan bagaimana kondisi KAG tanpa Bu Rifah, apalagi pada saat itu sedang mempersiapkan event internasional.
Menghadapi kondisi demikian, kita hanya punya dua pilihan; pertama gagal berangkat ke Vatikan sebab ibu manajer tidak bisa berangkat karena tugas negara. Kedua, ganti manajer supaya program tetap berjalan demi menjalankan misi yang lebih besar.
Di antara dua pilihan tersebut yang sama-sama berat ini, kami memilih opsi kedua, yaitu mengganti manajer, karena pilihan inilah yang lebih membawa manfaat. Namun, kami harus menerima ujian lagi, karena managmjer show yang biasa mendampingi kami, Mbak Sarah, ternyata sudah ada tugas lain, yaitu menangani event Festival Kebangsaan di Bali tanggal 14 Desember 22024. Karena itu ia tidak dapat berangkat mendampingi KAG ke Vatikan karena harus mempersiapkan event tersebut.
Waktu makin mepet, sementara ibu manajer tidak mungkin diganggu untuk mempersiapkan keberangkatan kami karena sudah disibukkan oleh tugas negara. Padahal saat itu kami harus mengurus visa, menyusun jadwal perjalanan, kordinasi dengan pihak KBRI, menyiapkan tiket penerbangan, koordinasi latihan, dan berbagai pekerjaan teknis lain yang semakin intens. Siatuasi saat itu benar-benar sulit dan kacau. Namun kami tetap berusaha agar semua dapat berjalan.
