Bagaimana Penyair Bekerja

Menurut penyair generasi itu, kehidupan harus dihayati langsung dengan cara disaksikan. Puisi bukan yang dituliskan tapi yang dihayati dan dialami dalam kehidupan. Jalan puisi itu terkenal dengan nama ‘jalan sunyi’.

Umbu sendiri tak kalah kontroversi kemisteriusannya, sampai-sampai murid-murid dan teman-temannya penasaran mencari di mana beliau itu tinggal, seperti apa beliau menata ruang bekerjanya, apakah banyak buku-buku di sana (faktanya menurut Bli Jengki, tidak ada buku-buku kecuali kertas-kertas puisi penyair muda yang tengah pada belajar), ataukah banyak coretan puisi yang belum, tak, atau sudah jadi, pendek kata bagaimana penyair mengerjakan puisinya, seperti apa?

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Rahasia seorang penyair tentu harus kita maknai positif sebagai rahasia diri, sebagai ‘aurat’ yang tidak boleh dibuka-buka sembarangan. Puisi dan kehidupan puisi boleh jadi sekarang tidak sakral lagi, tapi sejatinya tetap adalah rahasia. Kita bersembunyi di balik kata-kata, ucap Subagio dalam salah satu puisinya, dan menenggelamkan diri di dalamnya. Bagi filsuf Jerman Nietzsche, pantang mengutarakan diri karena itu berarti menelanjangi diri dan itu berarti tampaknya dukacita dan luka derita yang mendalam dari kita pada orang lain, selain malu, itu juga akan menyengsarakan orang lain, kasihan.

Bagaimana penyair bekerja? Jelas, semua berbeda-beda dalam mengerjakan puisi-puisinya, ada yang berjalan entah ke mana, ada yang suntuk membaca buku-buku bagus dulu, ada yang duduk di kamarnya yang tersembunyi, ada yang menyusuri pantai, dst. Pada intinya, pekerjaan menyair itu adalah kehidupan, adalah laku keseharian kita, adalah penghayatan kita pada luar dan dalam dunia kita, adalah proses dan latihan peka yang terus, pendek kata adalah rahasia, di mana diri tersimpan rapi sebagai tampak seni.

Tinggalkan Balasan