BATU NISAN FIKRI

Sumenep, 2022.

PUPUS

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ia duduk di atas batu basah dan kaki-kaki digerakkan
Semula menyela sumber air di bawah bongkahannya
Ataukah hanya lenyap dari bibir-bibir rengkah yang mengumpat matahari
Ia tak kuasa menjelma bunga, lupa memandang pohon-pohon

Bagaimanakah buah yang jatuh tersungkur utuh dari angin?
Ada semu di antara mereka
Kerikil pun mematung, menangkap yang datang
Sebab, hujan mesti dengan suaranya yang berbeda.

Tinggalkan Balasan