Saat berada di Pesantren Darud Dakwah Wal-Irsyad inilah Sanusi mengagumi guru-gurunya, yaitu KH Syuaib Magga, KH Hamzah, dan KH Amberi Said. Dari para gurunya itu, Sanusi banyak belajar tentang ketekunan dan kedisiplinan dalam belajar yang kelak akan diterapkan dalam kehidupannya.
Selesai mondok, Sanusi melanjutkan kuliah di Universitas Muslim Indonesia (UMI). Tak lama, atas nama aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Sanusi mendapat beasiswa untuk belajar ke Al-Azhar Mesir. Setelah empat tahun kuliah di Al-Azhar, Sanusi kembali ke Tanah Air pada 1967 membawa gelar Lc. Saat kuliah di Al-Azhar itulah Sanusa berkawan akrab dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Sebelum tugas belajar ke Al-Azhar, Sanusi sudah menjadi pegawai negeri sipil. Tugasnya sebagai guru agama di Madrasah Ibtidaiyah DDI Ranting Mariso, Makassar. Baru bertugas tiga tahun, ia harus berangkat ke Al-Azhar. Sepulang dari Al-Azhar dengan gelar Lc, Sanusi langsung beralih status menjadi dosen pada Fakultas Syari’ah Institus Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar sampai pensiun pada 2002. Selain di IAIN, Sanusi juga mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar pada beberapa perguruan tinggi, antara lain di UMI dan Perguruan Tinggi Al-Gazali.
Di Sulawesi Selatan, Kiai Sanusi Baco dikenal sebagai ulama yang gigih mendakwahkan Islam Ahlussunnah Waljamaah melalui Nahdlatul Ulama (NU). Bahkan, pada tingkat provinsi, Kiai Sanusi terpilih sebagai Rois Syuriah Pengurus Wilayah NU Sulawesi Selatan hingga empat periode berturut-turut. Karena keulamaannya pula, Kiai Sanusi pernah terpilih sebagai Ketua MUI selama tiga periode kepengurusan. Terakhir, Kiai Sanusi dipercaya sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Kini, ulama besar yang berpembawaan lembut dan murah senyum ini telah wafat. Umat Islam Indonesia kehilangan salah satu panutannya. Dari perjalanan hidupnya kita bisa belajar bahwa untuk menjadi ulama sejati tak harus terlahir dari keluarga ulama. Anak seorang petani pun, seperti yang dicontohkan Kiai Sanusi, juga bisa menjadi ulama besar. Lahul fatihah…
