Ulama besar asal Sulawesi Selatan, KH Sanusi Baco, meninggal dunia karena sakit pada Sabtu, 15 Mei 2021, saat dalam perawatan di Rumah Sakit Primaya (RS Awal Bros Makassar). Sosok KH Sanusi Baco adalah potret perjuangan anak seorang petani menjadi ulama yang segani.
Kiai Sanusi, demikian sapaan akrabnya, lahir pada 3 April 1937 di Talawe. Desa yang lebih popular dengan nama Panjallingang ini terletak di Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kiai Sanusi bukan terlahir dari keluarga ulama. Dari kakek hingga ayahnya adalah petani tulen. Namun, meskipun petani tulen, keluarga Kiai Sanusi tergolong orang-orang yang mencintai ilmu pengetahuan. Karena itu, orang tua Kiai Sanusi mendorong anaknya untuk tekun dan gigih belajar, terutama dalam belajar ilmu agama.
Pada usia lima tahun, Sanusi sudah mulai belajar mengaji pada guru ngaji di kampung bersama saudara-saudara dan teman-teman sebayanya. Sanusi juga belajar di Sekolah Rakyat (1945-1948) yang ada di desanya.
Setamat Sekolah Rakyat, Sanusi melanjutkan belajar ke Vervolk School (WS) di Kota Maros, lalu dikirim ke Makassar untuk belajar di Darud Dakwah Wal Irsyad di Galesong Baru. Sayangnya, baru setahun di Makassar, ia dipanggil pulang karena adik perempuannya sakit dan tak lama kemudian meninggal. Di tahun yang sama, ibunya juga meninggal.
