Berislam yang Memerdekakan

Ketika Rasulullah Saw masih ada, agama Islam masih mencerminkan dirinya sebagai agama cinta. Namun tidak demikian pascameninggalnya Rasulullah, para sahabat dan juga generasi berikutnya menjadi tidak karuan semanjak munculnya ideologi politik. Spirit risalah kenabian sebagai cinta kasih, independensi, penyucian jiwa, digantikan dengan pendekatan fikih atau hukum praktis, yang berorientasi mendukung penguasa.

Sedangkan pendekatan fikih, menurut Muhammad Nursamad Kamba, akan menghasilkan produk-produk hukum positif-manusiawi, yang memberi peluang kepada peguasa untuk betindak semena-mena kepada umat.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sebagai dari perilaku kesewenang-wenangan di sini dapat dilihat bagaimana rezim Mu’awiyah dan dinasti Umawiyah yang menjadikan media berpolitik untuk menyebarkan propaganda Jabariyah untuk memberi ruang dan justifikasi adanya penindasan dan kezaliman yang mereka perbuat untuk umat.

Dengan demikian, produk-produk hukum hanya dijadikan kesematan penguasa untuk mengkhianati hak-hak umatyang jelas-jelas dijamin dalam Piagam Madinah. Contoh dari sikap rezim tersebut telah mencederai kemurnian Islam, dengan saling merebut kekuasaan dengan mengatasnamakan Tuhan dan Nabinya.

Tinggalkan Balasan