Berkah Guru di Mata KH Ma’ruf Khozin

Karena itu, lanjut Direktur Aswaja NU Center Jawa Timur ini, seorang muslim tutur katanya menjadi berkah, tangannya menjadi berkah bagi orang lain. Sekujur tubuhnya dan apa yang melekat dalam dirinya menjadi berkah bagi orang lain.

“Wanaf’uhu mistamirun lahu walighoirihi hatta ba’da mautih, bahkan kerberkahan itu tetap ada meskipun ia telah berada di liang lahat,” katanya. Karenanya, ia mengingatkan kepada para santri, bawa para ulama dan kiai yang selama hidupnya telah memberikan keberkahannya, maka meskipun kini telah wafat, keberkahan itu tidak akan putus.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Lalu apa istimewanya guru dan ulama sehingga dapat memberikan keberkahan?

Tinggalkan Balasan