Di dalam al-Quran Surat an-Nisa ayat 69, Allah berfirman: “Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”
Dari ayat tersebut, menurut kiai asal Madura ini, kedudukan para guru dan ulama digolongkan ke dalam kelompok orang-orang yang shiddiqin. “Bedanya shiddiqin dan syuhada adalah, kalau syuhada orang yang mati syahid karena ia menyerahkan napas dan hidupnya saat perang lalu meninggal (dalam waktu yang sebentar). Sementara, shiddiqin menyerahkan seluruh umurnya untuk berjihad, berjuang di jalan Allah selama hidupnya,” jelasnya sambil mengutip kitab Nawadzirul Ushul.

Maka, dari keterangan tersebut bisa disimpulkan bahwa shiddiqin adalah golongan para guru, kiai, dan ulama. Mereka ini, dari kecil hingga remaja hidupnya berpegang pada kitab, kemudian mengajarkan ilmu dan membangun pesantren untuk santri.
