Berkat Kiai Sarungan

“Pak Barus bersedia membantu, tapi besok pagi. Sekarang dia baru saja pulang dan masih kelelahan setelah rapat seharian memperjuangkan kepentingan kita!” ungkap Pak Satpam setiba di balik pagar, “Kamu siap-siap saja, nanti besok akan diliput juga oleh wartawan, tapi jangan lupa kalau cair saya dapat bagian komisi kan!”

Jum tertegun. Sebenarnya dia ingin meminta uangnya saja sekarang, namun dia urungkan, karena yakin itu akan sia-sia. Dia sadar kalau dia yang membutuhkan pertolongan, dijanjikan akan dibantu besok pagi saja sudah bersyukur.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Iya Pak, terima kasih sebelumnya!” ujar Jum sebelum melangkahkan kaki meninggalkan Pak Satpam yang sedang cengar-cengir sendiri membayangkan besok akan mendapatkan komisi.

Jum kembali berjalan menelusuri jalanan sepi. Pikirannya semakin kalut, tak tahu harus ke mana lagi dia minta pertolongan. Yang bisa dilakukan hanyalah berdoa seiring kaki melangkah. Namun tepat dipertigaan dia tertegun, terbersit dalam pikirannya nama Ustaz Yus, yang rumahnya tidak jauh dari pertigaaan. Dia Ustaz yang terkenal bersuara lantang. Meskipun tinggalnya di pelosok desa, namun namanya dikenal luas secara nasional. Jum pun memutuskan untuk mendatangi rumahnya.

Tidak lama Jum berjalan, dia sudah berhenti di depan rumah mewah yang mobil-mobil bagusnya terlihat masih terparkir di halaman rumah. Dengan sedikit ragu Jum menekan bel yang nempel di tembok pagar, baru sekali terdengar sudah ada yang terlihar keluar dari pos satpam, setelah dekat barulah Jum tahu kalau yang menghampirinya ternyata Kang Juned, pembantunya Ustaz Yus.

“Kang Juned!” seru Jum.

“Ada apa Jum? Malam-malam begini, itu sampai basah-basahan begitu!”

“Si Jal sakit demam Kang, harus dibawa ke klinik, saya mau minta bantuan Ustaz Yus!”

“Oh, kamu masuk dulu aja!” Kang Juned membukakan pintu, “Kamu tunggu di pos satpam saja biar nggak terkena gerimis!”

Jum pun mengikuti saran Kang Juned. Sedangkan Kang Juned bergegas memasuki rumah lewat pintu belakang. Dalam menunggu Jum Kembali tak putus-putus memanjatkan doa, agar usahanya kali ini membuahkan hasil sesuai yang diharapkan.

Tak lama berselang Kang Juned datang. “Jum, Pak Ustaznya lagi wirid, dia nggak bisa diganggu kata Bu Ustaz, nanti kalau selesai baru bisa disampaikan. Orang seperti dia itu kalau menghadap Allah memang selalu khusyuk dan nggak mau diganggu. Beda sama Akang, lagi salat aja pikirannya suka ke mana-mana!” ujar Kang Juned diakhiri dengan cengengesan.

“Ya sudah Jum pulang dulu ya Kang, mudah-mudahan tidak lama wiridnya!”

“Iya Jum, nanti Kang Juned ke rumah kalau sudah ada keputusan dari Ustaz!”

Tinggalkan Balasan