Seseorang menangis
sambil menatap ke arah bulan
barangkali untuk mencari Tuhan.
Pada kedua tangannya yang terangkat
telah penuh tak tersisa dengan wajah-wajah
yang ia sangka hidupnya lebih lama

sayang kenangan datang
tak pernah telat dan putus asa
padahal mereka taat menjaga usia
dan istikamah merawat rindu
sebagaimana ajaran nubuat
yang diperintahkan saat persaksian
Meski demikian seseorang itu justru semakin teliti
dan telaten, bertanya dan meraba percakapannya
bersama bulan sambil terus menangis, tapi bulan
pelan-pelan malah menyerupai
sebuah puisi yang belum selesai
begitu remang dan meragukan
hingga seseorang itu gemetar, jatuh
terseret pusaran air matanya sendiri
sebagai tebusan mencari jawaban.
Tulungagung, 2022.
ilustrasi: praying karya mihaela ionescu.
