Inginku kembali terpana
Oleh pikat kerlip mata yang memesona
Oleh setumpuk peluk yang menepis pedih
Lalu hinggap pada hati sang kekasih
KERLIP MATA KUNANG-KUNANG

Bukan purnama yang membuatku terpesona
Juga bukan bianglala yang memberi warna
Bukan pula sirius yang paling terang di semesta
Bukan juga mega merekah yang menyilaukan mata
Mata yang indah laksana kerlip kunang-kunang
Memagar setiap lekukan gemintang di awang-awang
Karena memang sinarnya yang terpandang
Akan selalu memberikan tenang
Aku tahu Tuhanku tidak akan pernah lelap
Tuhanku juga selalu hadir dalam setiap kerlip
Kerlip mata yang bagaikan sinar kunang-kunang
Telah memandangku yang selalu mencipta kenang
