“Kak, mau membeli ‘Umar Yoto,” ungkap Adit kecil kepada Qayyim. Mendengar apa yang diucapkan Adit, Qayyim dengan pengalaman dunia kitabnya yang mumpuni hanya bisa geleng-geleng kepala. “Loh, itu nama apa Dek?” sahut Qayyim sembari bertanya.
Mendengar jawaban Qayyim, Adit kecil diam seribu kata.

“Saya juga tidak tahu, Kak,” jawab Adit singkat.
“Lah piye toh, Lek,” lanjut Qayyim agak kesal.
“Di papan informasi tulisannya ‘Umar Yoto,” jawab Adit sekali lagi.
Setelah keduanya sama-sama berkecamuk dengan kebingungan, Akhirnya Qayyim mulai mengajaknya bicara dengan pelan-pelan.
“Adek ke sini mau beli kitab atau mau beli buku?” tanya Qayyim lembut.
