“Mau beli kitab, Kak,” jawab Adit.
“Oh kitab, memang nama kitabnya apa?” lanjut Qayyim.

“Itu loh, Kak, kitab Nahu kelas 1 Ula,” jawab Adit meyakinkan.
“Oh kitab Nahu itu,” ungkap Qayyim sembari menunjuk pada sebuah rak kitab.
Setelah paham maksud tujuan kitab yang ingin dibeli si Adit kecil, Qayyim langsung mengambil kitabnya lalu memberinya sembari berucap: “Adek ganteng, ini kitab namanya ‘Imrithi (العمريطى) bukan ‘Umar Yoto,” tegas Qayyim sambil terbahak-bahak.
Adit pun hanya bisa tersipu malu.
