Indahnya, dan ini bagaikan rasa surga dunia, esok paginya ayah saya datang tanpa dinyana tanpa disangka. Pikiran saya, mungkin dua atau tiga hari kiriman baru datang. Tetapi, syukur alhamdulillah, ternyata puasa saya langsung dibalas ole Allah keesokan harinya. Itu artinya, hari itu bagai sebuah hari raya. Saya beserta teman-teman merayakannya dengan makan bersama-sama. Sementara persediaan beras untuk dimasak sudah ada.
Pengalaman itu tidak akan pernah saya lupakan hingga kapan pun. Dan ayah (alm) saya adalah pahlawan tanpa pamrih dan pahlawan tanpa tanda jasa. Semoga Beliau (ayah saya) mendapat Rahmat Allah di alam sana. Aamiin.

Dalam dunia kepesantrenan, seingat saya, hanya satu kali terjadi keterlambatan kiriman. Selebihnya tepat waktu dan tidak perlu puasa karena kiriman telat. Tetapi puasa sunah tetap saya lakukan, semisal Senin-Kamis dan lain-lain, sebagai ibadah sunah agar mendapat Rahman dan Rahim Allah swt.
