Bila Saya Ditempeleng Guru

Atas pelanggaran itu, saya dipanggil ke ruangan Pak Maryono. Hanya ada kami berdua di ruangan itu. Saya diinterogasi. Dan saya mengakui semua perbuatan saya, semua kesalahan saya.

“Tapi saya harus menghukum kamu!” katanya sambil menatap tajam.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Saya hanya bisa menunduk.

“Ada dua hukuman, kamu bisa pilih salah satunya,” Pak Maryono memberi opsi bentuk hukuman.

“Baik, Pak.”

“Yang pertama, kasusnya akan saya laporkan ke kepala sekolah, dan ini akan berpengaruh pada nilaimu, kelulusanmu. Yang kedua, hukuman langsung dari saya, dan akan kita anggap masalahnya selesai.”

Ketika memberi penjelasan hukuman itu, saya lihat kedua tangan Pak Maryono berada di atas meja. Tangan kirinya mengelus-elus baru akik di kelingking tangan kanannya. Tentu saja saya gemeteran.

Tinggalkan Balasan