Bila Tukang Kayu Menjadi Kiai

Sontak dia kaget mendengar keputusan sesepuh di desanya. Setelah ditunjuk menjadi kiai masjid di desanya, dia juga diminta untuk mengisi acara di masjid tersebut. Hanya kebingungan yang dirasanya, karena sebelumnya dia hanya tukang kayu dan santri yang terkenal bodoh.

Akan tetapi Allah memberikan petunjuk kepadanya. Dia mengawali tugasnya dengan berkata kepada hadirin. “Saya di sini bukan mau mengisi pengajian, akan tetapi menyetorkan apa yang saya tahu kepada para sesepuh dan hadirin sekalian.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Anehnya ilmu yang dia pelajari selama di pesantren yang dulu belum dipahaminya, seketika difutuh oleh Allah, dan lisannya dimudahkan untuk mengucapkannya dan diperdengarkannya kepada semua yang hadir.

Kemudian, setiba di rumah, dia mencoba membuka kitab dan catatan ilmu-ilmu yang dipelajarinya dulu di pesantren, setelah bertahun-tahun ditinggalkan dan tidak dibaca. Anehnya, dia sekarang paham semua yang dulu dijelaskan oleh gurunya. Padahal dulu sama sekali belum paham. Mungkin ini yang dinamakan terbukanya hati berkat keprihatinan dan rida gurunya.

Agaknya keprihatinan yang dia alami saat di pesantren sudah digantikan dengan apa yang diperoleh saat ini. Seperti yang dijelaskan dalam sebuah syair:

بِقَدْرِ الْكَدِّ تُكْتَسَبُ الْمَعَالِي * فَمَنْ طَلَبَ العُلَى سَهْرَ اللَّيَالِي

Tinggalkan Balasan