Bila Wanita di Atas Laki-Laki…

Lalu, di mana peran laki-laki hari ini? Lebih banyak di antaranya yang tidak serius menimba ilmu pendidikan, akibatnya ya cuma bisa lulus sekolah menengah, dan ujung-ujungnya mereka cuma bisa kerja di sektor lapangan. Seperti buruh lapangan. Kerja tidak menggunakan otak, yang penting ototnya kuat, disuruh manut, dan asal kerjaan bisa selesai, sudah.

Sebenarnya ini bisa menjadi warning buat kaum laki-laki, bahwa kaumnya mulai “diperbudak” wanita. Dulu, di zaman jahiliyah, tiap bayi perempuan dikubur hidup-hidup (naudzubillah) karena dianggap aib sebab tak bisa diajak perang. Nah, hari ini? Akibat kaum laki-laki yang terus menurun kompetensinya, masak iya kelahiran laki-laki nanti dianggap aib karena dinilai tak berguna?

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sekarang wanita pun sudah banyak yang menjadi pemimpin. Indonesia pernah punya presiden perempuan. Kepala daerah sudah banyak yang dari kaum hawa, dan laki-laki cuma jadi anak buah mereka; jadi pesuruh yang manut-manut saja.

Tahu, kan, yang sedang melanda dunia hari ini? Iya, Covid-19. Banyak negara yang kelabakan menangani penyebaran virus sekaligus menekan angka korban jiwanya. Amerika Serikat yang dipimpin Donald Trump, Modi Perdana Menteri India, Boris Perdana Menteri Inggris, termasuk juga Jokowi di dalamnya, semuanya dinilai gagal terutama dalam menekan angka kematian. Tapi dari beberapa Negara yang cukup berhasil, Jerman, Taiwan, Selandia Baru, misalnya, ternyata semuanya dipimpin oleh wong wedok. Perempuan.

Tinggalkan Balasan