Cara Gus Mus Melihat Diri Sendiri

“Man ‘arofa nafsahu faqad arofa Robbahu. (Barang siapa yang mengenal dirinya sendiri, maka sungguh menegnal Tuhannya!)”

Saya tidak menemukan kelemahan dalam buku ini, kecuali terdapat typo atau salah ketik pada tulisan al-Quran dalam aksara latin, misal “wadlkhuli” yang pertama seharusnya tertulis “fadlkhuli” menggunakan huruf fa’ (hal. 48). Satu lagi yang menjadi “catatan” dalam buku terbitan Diva Press ini, yaitu lafal-lafal al-Quran ditulis dengan huruf latin, bagi yang kurang terbiasa cara membacanya sedikit menggangu dan merepotkan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Selebihnya, buku ini pantas dibaca oleh siapa saja (tanpa batasan umur). Karena, melihat diri sendiri dengan membaca buku ini adalah membaca diri A Mustofa Bisri. Ada kenikmatan tersendiri membaca artikel Gus Mus, karena penulis yang juga penyair ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti oleh banyak orang. Tidak menggunakan bahasa populer yang mendakik-dakik yang (terkadang) justru sulit dipahami oleh pembaca. Wallahu A’lam!

Identitas Buku

Judul              : Melihat Diri Sendiri

Penulis            : A. Mustofa Bisri

Editor             : Anwar

Tata Sampul   : Ferdika

Tata Isi            : Ika Setiyani

Penerbit          : DIVA Press Yogyakarta

Tinggalkan Balasan