Cara Mengatasi Pandemi Menurut Hadits Nabawi

Selain itu, kita juga hendaknya mengajak untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus meminta perlindungan dari-Nya. Hal ini berdasar atas hadits riwayat Bukhari Nomor 6126 (dari Abu Hurairah) yang berbunyi,

…تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Artinya:

“…Mintalah perlindungan kepada Allah dari cobaan yang menyulitkan, kesengsaraan yang menderitakan, takdir yang buruk dan cacian musuh.”

Kedua, melakukan pencegahan (preventif) yang berdasar atas dua bentuk kategori besar, yaitu Malja’an sebagai bentuk pencegahan secara ilmiah dan Ma’adzan sebagai pencegahan batiniah. Ini berdasar pada hadis Nabi SAW dalam Shahih Bukhari Nomor 3334 yang berbunyi,

…وَمَنْ وَجَدَ مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ به…

Artinya:

“…Barangsiapa yang menemukan tempat pertahanan atau tempat perlindungan, hendaklah dia berlindung kepadanya (atas suatu musibah)….”

Pencegahan terhadap persebaran Covid-19 harus dilakukan dengan cara yang ilmiah. Karena virus ini merupakan objek saintifik yang mana menuntut akal untuk mengatasinya secara lahiriyah. Dalam hal ini, Nabi SAW memberikan pernyataan agar menjaga diri dari wilayah yang terjangkit wabah, ini termaktub dalam Shahih Bukhari Nomor 5287 (dari Usamah bin Zaid), yang berbunyi,

…إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلَا تَدْخُلُوهَا وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا مِنْهَا…

Artinya:

“…Apabila kalian (para sahabat) mendengar wabah (tha’un) di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya, namun jika ia menjangkiti suatu negeri, sementara kalian di dalamnya, maka jangan keluar dari wilayah tersebut….”

Dan pada hadits riwayat Bukhari Nomor 5330, Nabi SAW pun memerintahkan untuk memisahkan orang-orang yang sakit dan sehat, hadits itu berbunyi,

…لَا تُورِدُوا الْمُمْرِضَ عَلَى الْمُصِحِّ…

Artinya:

“…Janganlah kalian mencampurkan antara yang sakit dengan yang sehat….”

Selain itu, pentingnya menjaga imunitas tubuh untuk menangkal kemungkinan penyakit yang buruk. Seperti anjuran Rasulullah SAW untuk mengkonsumsi komoditi tertentu, sebagaimana dalam hadits riwayat Bukhari Nomor 5025 (dari Sa’ad) yang berbunyi,

…مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ

Artinya:

Tinggalkan Balasan