Pada kesempatan yang sama, Mahrus Miftah, salah satu putra pengasuh Pesantren Al-Munawarah, sekaligus jajaran ustadz di pesantren ini, banyak lomba diadakan untuk memeriahkan HSN. “Lombanya cukup banyak. Seperti lomba menyanyikan Mars Subbanul Whaton, Indonesia Raya, dan beberapa Mars Milik BaNom NU. Lomba dominan untuk anak MI dan RA,” kata Mahrus Miftah.
Berbagai kegiatan ini, menurutnya, selain untuk memeriahkan Hari Santri ini, juga dimaksudkan untuk membangun jiwa patriot, mengajarkan karakter kemandirian, serta mengajak para generasi muda untuk membangun bangsa dengan jiwa pejuang tanpa bersikap pecundang.

Sebagai sebagai pesantren dalam generasi awal di Batuputih, menurutnya, Pondok Pesantren Al-Munawarah akan terus berikhtiar untuk memberikan nilai-nilai pengajaran yang positif. Laiknya pesantren pada umumnya, penekanan terhadap pengajaran salafus sholih merupakan hal yang diutamakan. Pengajian kitab (kitab kuning) adalah hal yang ditekankan dan diutamakan. Tetapi, pelajaran-pelajaran lainnya (pelajaran umum) juga tidak terkesampingkan. Memadukan antara kurikulum pendidikan dari Kementerian Agama dengan kurikulum pesantren sendiri.
