Yang kedua, melalui pertunjukan itu, NU ingin menegaskan pesan bahwa jamiyah ini memang mangayomi keragaman. NU diposisikan sebagai rumah keragaman itu. Karena itu, masyarakat Indonesia yang beragam, yang mayoritas muslim, yang profesi dan pekerjaannya dalam berkesenian diharam-haramkan itu, merasa terayomi dan terlindungi oleh keberadaan NU. Musisi Addie MS, sang konduktor orkestra Selawat Asyghil itu, salah satu yang merasa terayomi dan terlindungi ketika oleh NU diminta membuat aransemen musik Selawat Asyghil.
Jihad Melawan Khilafah

Catatan kedua dari resepsi 1 abad kelahiran NU adalah soal penegasannya menolak cita-cita mendirikan sistem khilafah terutama untuk di Indonesia. Pernyataan sikap NU tersebut dibacakan oleh Mutasyar NU KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam bahasa Arab, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan Inggris oleh Yenny Wahid.
Sejatinya, pernyataan NU yang dibacakan Gus Mus tersebut merupakan salah satu rekomendasi dari Muktamar Internasional Fikih Peradaban I. Muktamar Internasional Fikih Peradaban I sendiri digelar di Sidoarjo sehari sebelum acara puncak resepsi satu abad kelahiran NU. Muktamar ini diikuti ratusan ulama dari berbagai negara. Muktamar ini kemudian menelurkan piagam, salah satunya berupa penolakan terhadap ide pendirian sistem khilafah yang dimaksudkan untuk menyatukan umat muslim ke dalam sistem tunggal satu negara.
Berdasarkan hasil Muktamar ini, NU kemudian membuat rumusan khusus atas sikapnya terhadap cita-cita mendirikan negara khilafah tersebut. Seperti dibacakan Gus Mus, cita-cita mendirikan negara khilafah yang dianggap bisa menyatukan umat Islam sedunia, namun dalam hubungan berhadap-hadapan dengan nonmuslim, bukanlah hal yang pantas diusahakan dan dijadikan sebagai sebuah aspirasi.
NU berpandangan, cita-cita untuk menyatukan umat Islam di bawah naungan tunggal sedunia atau negara khilafah yang berakar pada tradisi fikih klasik harus digantikan dengan visi baru demi mewujudkan kemaslahatan umat. Sebab, pemaksaan berdirinya negara khilafah justru mendatangkan kehancuran.
Dalam pernyataan yang dibacakan Gus Mus tersebut, juga disertakan contoh nyata terkini. Misalnya, upaya mendirikan negara khilafah yang diusung oleh kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) justru menimbulkan kekacauan dan peperangan di mana-mana, terutama di negara-negara muslim.
