Catatan Silaturrahmi duniasantri

Tradisi itulah, menurutnya, yang harus terus dijaga dan dikembangkan oleh santri-santri generasi masa kini. Dengan lingkungan yang berbeda, tentu medium yang digunakannya pun bisa berbeda pula. Dengan terus mengembangkan tradisi literasi, menurutnya, kalangan santri dan pesantren akan terus bisa mewarnai dinamika masyarakat. Bahkan mampu bersaing secara global.

Sayangnya, para kontributor duniasantri.co tak bisa berdialog langsung dengan Kepala Macara Art Center (MAC) Universitas Indonesia (UI) ini. Sebab, Zastrouw harus segera mengakhiri presentasinya untuk boarding pesawat.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tiba giliran Amin Mudzakkir tampil sebagai nara sumber berikutnya. Sama seperti Zastrouw, Amin Mudzakkir juga menyoroti pentingnya kalangan pesantren untuk terus mengembangkan literasi. Hanya, demikian pengurus Amin Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) ini mengingatkan, kita jangan terjebak dengan literasi dari perspektif Barat. “Akan banyak yang hilang, tak tergali, jika kita memahami literasi dari kaca mata Barat,” katanya.

Barat, demikian dicontohkannya, tidak menganggap tradisi lisan, yang oral, sebagai bagian dari literasi. Padahal, justru tradisi lisan inilah yang telah lama berkembang dan berakar kuat di dunia Timur, dunia muslim, dan khususnya di lingkungan pesantren.

Tinggalkan Balasan