CELURIT MUSIM PANAS

CELURIT MUSIM PANAS

malam sudah benar-benar tembus pandang
maut tak punya tempat untuk menepi
hingga pada sepi yang koyak,
kesunyian yang berderak
mata nyalang mesti memburu bayang-bayang
:entah patahan dahan, entah pahatan kematian
samsu yang terperangkap gelap
menggelinding ke balik bebukit kelam

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

dendam macam apa dibendungnya?

tiba-tiba malam semakin pekat
gagak teriak dengan suara serak
runcing hujan mengecup sebilah celurit warisan
lihatlah, bagaimana kesedihan memawar

samar-samar gending mengirim getar kenangan
setelah tebasan pertama
darah mengucur dari pipi purnama
tebasan kedua, dendam tertawa
sepuas luka-luka dada

harga diri macam apa ditanggungnya?

Yogyakarta, 2024.

NOTA KECIL AKHIR TAHUN

Tinggalkan Balasan