Sudah puluhan almanak berjatuhan
Seperti iringan air mata awan
Lenyap gersang menabuh benderang
Daun-daunan bergoyang kegirangan
Seperti sadar bahwa bumi siap tanam
Kini musim edan seperti itulah kakekku bilang
Kebatilan bisa dibenarkan tanpa suara penolakan
Mungkinkah raga dan jiwa bersemayam
Hanya sebagai penghias kehidupan curam
Atau memang sekedar berjalan tanpa tujuan

Pekat hitam kembali menyerang
Setan pun berdendang membakar jiwa kekeringan
Bagi hati tanpa dzikir bersemayam
Akan di selimuti sifat geram
Menggerogoti badan hingga ribuan silam.
