Chairil dan Kepeloporannya dalam Berpuisi

Formulasi batang tubuh yang disuguhkan Chairil Anwar melalui puisi-puisinya menunjukkan puisi modernis yang bebas dari ikatan kaidah baku. Tidak ada keharusan jumlah baris dan bait, pun format kata dan rima yang menunjukkan kebebasan. Meskipun tentu saja, warna suara awal maupun akhir menjadi pertimbangan untuk kualitas puisi saat dibacakan. Hal ini menunjukkan bahwa puisi Chairil Anwar yang mendapat anugerah Dewan Kesenian Bekasi (DKB) Award 2007 ini, merupakan puisi modern yang kemudian menjadi trendsetter wajah perpuisian Indonesia.

Salah satu puisi Chairil Anwar yang terkenal, selain Aku adalah Karawang–Bekasi. Sebuah tema puisi yang menyulut api perjuangan. Sikap nasionalisme yang memadukan derap keinginan untuk mempertahankan kemerdekaan. Modernisme dari puisi ini terlihat dari batang tubuh, pilihan diksi, rima dan irama nada puisi yang sangat fleksibel dan tidak klasik tetapi dinamis.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Karawang Bekasi

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa

Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan

Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang-kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garsi batas pernyataan dan impian

Tinggalkan Balasan