Chromatica: Moksa melalui Warna

Dalam setiap kanvas Bli Can, saya membaca kitab kecil tentang manusia yang belajar memaafkan semesta. Saya melihat bagaimana merah menjadi keberanian untuk mencintai lagi, bagaimana hitam menampung segala amarah tanpa dendam, dan putih—yang selalu datang terakhir—menjadi cahaya yang menyatukan semuanya dalam diam.

Namun, di luar ruang galeri, dunia sedang kehilangan kesanggupan untuk memaafkan. Memaafkan kini menjadi barang langka, seperti air suci yang mengering di telaga batin. Kebisingan telah menjelma keyakinan baru; segala yang diucapkan ingin segera benar, meski belum sempat dipikirkan. Kata menjadi senjata, bukan jembatan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Bli Can memilih jalan sebaliknya: jalan diam yang melahirkan warna. Ia mendengar bukan dengan telinga, tetapi dengan getar yang halus di dada. Ia memaafkan dunia lewat sapuan cat. Di titik ini, Chromatica terasa seperti perlawanan halus terhadap kebisingan zaman—sebuah ajakan untuk kembali mendengarkan diri sendiri, mendengarkan semesta yang berbisik lembut. Melalui warna, Bli Can mengajarkan cara paling tua untuk berdoa: dengan diam, dengan pasrah, dengan mendengarkan.

Lukisan-lukisan itu mengajarkan bahwa seni bukan hanya untuk dilihat, tapi untuk dialami. Setiap tumpahan warna adalah jalan bagi orang yang tersesat di dalam kesedihan.

Tulisan ini bukan sebagai tebusan karena tidak bisa datang dalam momen penting itu, tapi semata untuk ikut berjalan bersama di jalan warna itu. Sebab saya tahu, dalam setiap kehilangan, kita selalu mencari bahasa baru untuk bertahan—dan kita menemukannya dalam warna. Warna yang berdoa. Warna yang memaafkan. Warna yang menuju moksa. Itulah sesungguhnya arti Chromatica: jalan warna menuju moksa, tempat duka menjadi daya, dan daya menjadi cahaya.

Depok Terluar, 30 Okrober 2025.

Catatan:

Ditulis setelah melihat, membaca, dan merenungi lukisan Putu Fajar Arcana yang dipamerkan di The Gallery, The Dharmawangsa Jakarta, 16–21 Agustus 2025.

Sumber inspirasi: teks “Chromatica: Jalan Warna Menuju Moksa”, katalog pameran, serta pernyataan seniman dalam Artist Statement dan Curatorial Note oleh Trian

Tinggalkan Balasan