segala yang berkabung kutabung
segera kupecah dan kutumpah entah ke mana
tentu seorang diri
–serta teman baikku:
Tuhan
yang setia menemani
sembari kuseduhi kopi nanti
agaknya aku tampak congkak:
tidak memberikan air mata dan sok tegar
depan mahkluk Tuhan

namun
di sudut-sudut ruang;
selesai sembahyang;
di gelapnya malam;
berisiknya hujan
aku mencuri hening yang tak diketahui
di hadapan Tuhan
aku seperti anak kecil yang menangis, merengek
sesenggukan
aku dipeluk Tuhan
: di kamar sembahyang
2023.
