SUBUH
Dinginnya mengingatkan
Bahwa ada sebuah nikmat yang tidak boleh dibiarkan lelap
Sebab ada pintu keberkahan membuka jalan menuju surga
Tempat berteduh dari lelahnya sakit malam
Melukai dada hingga berdarah-darah

Malam bagimu adalah kesunyian berduri
Menghancurkan batin hingga remuk
Di bibir pagi, kau kecup sajadah
Segala kemegahan dunia runtuh
Malaikat mencatat setiap air mata dan sakit menjadi doa baik
Mengalir seperti sungai menuju keharibaan-Nya
Riau, 2022.
ZUHUR
Matahari telah melewati ubun-ubun
Peluh berbau amis di sekujur tubuh
Orang-orang menepi, jam menghabiskan separuh hari
Di tengah sengatan matahari
Rumah-rumah Tuhan memanggil sedemikian merdu
Mengetuk hati dan menggerakkan langkah
Bertemu Tuhan mengetuk pintu langit
Sebelum perjalanan menggenapkan tubuhnya
Riau, 2022.
ASAR
Seperempat siang telah berlalu
Panggilan demi panggilan bergema di langit
Orang-orang mengemas lelah
Kemudian bersujud menyerahkan segala nasib
Ke atas langit
Matahari mulai meredam terik
Udara sore mengingatkan kepulangan
Tentang jarak yang terpisah
Beberapa jam, hari, minggu, bulan hingga tahun
Dermaga awal sebelum mega berwarna darah
Mengisyaratkan tentang malam
Riau, 2022.
