DAN SEPERTIGA MALAM

SUBUH

Dinginnya mengingatkan
Bahwa ada sebuah nikmat yang tidak boleh dibiarkan lelap
Sebab ada pintu keberkahan membuka jalan menuju surga
Tempat berteduh dari lelahnya sakit malam
Melukai dada hingga berdarah-darah

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Malam bagimu adalah kesunyian berduri
Menghancurkan batin hingga remuk
Di bibir pagi, kau kecup sajadah
Segala kemegahan dunia runtuh
Malaikat mencatat setiap air mata dan sakit menjadi doa baik
Mengalir seperti sungai menuju keharibaan-Nya

Riau, 2022.

ZUHUR

Matahari telah melewati ubun-ubun
Peluh berbau amis di sekujur tubuh
Orang-orang menepi, jam menghabiskan separuh hari
Di tengah sengatan matahari

Rumah-rumah Tuhan memanggil sedemikian merdu
Mengetuk hati dan menggerakkan langkah
Bertemu Tuhan mengetuk pintu langit
Sebelum perjalanan menggenapkan tubuhnya

Riau, 2022.

ASAR

Seperempat siang telah berlalu
Panggilan demi panggilan bergema di langit
Orang-orang mengemas lelah
Kemudian bersujud menyerahkan segala nasib
Ke atas langit

Matahari mulai meredam terik
Udara sore mengingatkan kepulangan
Tentang jarak yang terpisah
Beberapa jam, hari, minggu, bulan hingga tahun
Dermaga awal sebelum mega berwarna darah
Mengisyaratkan tentang malam

Riau, 2022.

Tinggalkan Balasan