MAGHRIB
Tanda merah di ujung langit merona
Orang-orang telah menutup rapat pintu dan jendela
Kesibukan meninggalkan hening
Malam merambat di separuh bumi
Panggilan merdu di mesjid-mesjid bersahutan
Suara sandal yang memanggil surga
Berjalan ke arah rumah suci

Setiap langkah berjalan, lenyap dosa yang hitam
Malaikat seksama mencatat kebaikan dan menghapus keburukan
Di kaki malam, doa-doa, zikir mekar di angkasa
Puncak khidmat ibadah setelah mengarungi dunia
Dari tepian hingga mencapai daratan kembali
Riau, 2022.
ISA DAN SEPERTIGA MALAM
Sebelum mimpi kau peluk dalam-dalam
Ada tubuh rebah bersujud di bawah bintang-bintang
Iman purnama di dada
Keberkahan mekar
Pintu surga terbuka lebar
Kau serahkan segala lelah hari itu
Setiap malam, adalah waktu hening
Berbincang dengan khusuk pada Tuhan
Tentang apa-saja
Hingga di separo malam
Kau pasrahkan dengan sepenuh-penuhnya rembulan
Menaikkan pasang ke daratan
Hingga muara tidak memiliki tempat
Di tengah kesunyian
Kau rayakan air mata seorang diri
Dengan cahaya api pembakaran cela
Setiap hari yang jatuh di buku catatan
Sebagai tempat kembali
Kau sadar, bahwa diri bukanlah seorang yang putih
Melainkan seperti pakaian
Harus dicuci setiap hari
Riau, 2022.
ilustrasi: toknyong.
