Dari Festival Kitab Kuning 2024 di Banyuwangi

Gus Muchlas kemudian membongkar bahwa kiai-kiai yang membuka praktik pengijazahan wifiq hanya berbekal selembaran kertas yang difotokopi merupakan suatu tindakan yang gedabrus (tidak berguna). Karena, wifiq yang difotokopi tersebut apabila digunakan atau ditempel tidak ada faedahnya sama sekali.

Pada sesi tanya jawab, para santri dan dewan guru Pesantren Adz-Dzikra sangat antusias sekali. Sesekali ada yang memang masih awam terhadap ilmu wifiq dan ada beberapa santri yang mencoba mengkritisi dengan bertanya keefektifan ilmu wifiq tersebut di era modern. Ada juga yang mempersoalkan apakah ilmu tersebut tidak menyalahi tuntunan Al-Qur’an dan Hadis.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Waba’du, dari acara bedah buku ini kita dapat ambil hikmah, bahwasannya para ulama Nusantara kita tempo dulu dalam membela Negara Indonesia dan ikut andil berperang, juga memberikan ijazah ilmu wifiq dan asma’ serta beberapa amalan hizib sebagai bentuk washilah mereka memohon perlindungan kepada Allah agar tidak mempan diganggu oleh pihak musuh. Wallahu A’lam Bishowwab.

Tinggalkan Balasan