Dari Kasus “Deportasi” Ustaz Abdul Somad

Dari kasus yang terjadi di Singapura tersebut dapat disimpulkan bahwa Pemerintahan Negara Singa terlepas dari Islamofobia. Penulis sadar bahwa hal ini akan memantik perdebatan dan diskusi yang tidak seragam. Selama masih dalam koridor opini atau pendapat, hal itu sah-sah saja dan harus saling kita hormati. Semoga saja kasus ini tidak berlarut-larut hingga menimbulkan gejolak. Sebaliknya, segera mendapat jalan keluar demi hubungan bilateral yang tetap harmonis.

Dakwa bil-Hikmah

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Akhirnya, mari kita muhasabah diri terhadap sikap, kepribadian, dan langkah-langkah konkret dalam melaksanakan dakwah. Karena pada hakikatnya dakwah yang diajarkan oleh Allah swt dan Rasul-Nya, adalah dakwah yang menyentuh hati dan tidak dengan cara-cara yang keras dan kasar. Dalam bahasa Al-Quran dikenal sebagai dakwah bil-hikmah, yaitu ajakan yang membawa kedamaian dan ketenteraman.

Di dalam Al-Quran dijelaskan, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 125).

Secara bahasa hikmah memiliki makna bijaksana dan memiliki kemanfaatan untuk kehidupan manusia. Kalau di dalam wikipedia disebutkan bahwa hikmah adalah suatu pengertian dan pemahaman yang dalam mengenai orang, barang, kejadian atau situasi, yang menghasilkan kemampuan untuk menerapkan persepsi, penilaian dan perbuatan sesuai pengertian tersebut.

Jadi hikmah adalah suatu renungan dan kesungguhan memanfaatkan ilmu-ilmu dan peristiwa-peristiwa. Sehingga dalam menerapkan dakwah bil-hikmah tekanannya terhadap kebijakan yang akan menumbuhkan kemanfaatan dan keilmuan yang berkeadilan. Tidak menggunakan langkah-langkah kekerasan, ekstrem, dan radikal. Puncaknya adalah bahwa dalam teknis dakwah harus mengedepankan nilai-nilai kearifan dan kebijaksanaan. Wallahu A’lam! 

Tinggalkan Balasan